Konteks Grup G: Mengapa Laga Ini Mengejutkan Dunia
Stadion Cape Town di Afrika Selatan, saksi bisu pembantaian 7-0Piala Dunia 2010 menghadirkan banyak momen ikonik, tetapi sedikit yang semengejutkan pembantaian Korea Utara oleh Portugal. Berada di 'Grup Neraka' bersama Brasil dan Pantai Gading, Portugal butuh kemenangan besar setelah imbang di laga pertama.
Di sisi lain, Korea Utara tampil disiplin saat hanya kalah 1-2 dari Brasil. Banyak yang mengira mereka akan kembali 'parkir bus'. Namun, Portugal memberikan masterclass serangan balik.
Taktik Portugal: Sayap Cepat dan Serangan Balik Mematikan
Cristiano Ronaldo merayakan gol setelah paceklik panjang di timnasPelatih Carlos Queiroz memakai formasi 4-3-3 dengan Ronaldo di kiri dan Simao di kanan. Tujuannya: mengeksploitasi ruang di belakang pertahanan Korea Utara dengan kecepatan sayap.
Dalam 20 menit pertama, Korea Utara bermain berani. Tapi itu adalah jebakan Queiroz. Saat garis pertahanan mereka naik, Portugal langsung menghukum mereka.
Longsor di Babak Kedua
Tiago, mencetak dua gol dan mengendalikan lini tengahMenit 29, umpan Tiago diselesaikan Meireles untuk skor 1-0. Bencana sebenarnya terjadi setelah turun minum.
Hanya dalam 8 menit (53-60), Portugal mencetak 3 gol melalui Simao, Almeida, dan Tiago. Pertahanan lawan hancur. Liedson, Ronaldo, dan Tiago menambah derita Korea Utara hingga skor 7-0.
Bisakah Anda Mengulang 7-0?
Hanya dengan 55% penguasaan bola, Portugal mencetak 26 tembakan. Efisiensi luar biasa.
Di Simulator 7-0, Anda bisa mencoba taktik ini. Rekrut pemain sayap cepat dan hancurkan lawan dengan serangan balik!